Dalam buku ini Geertz mengulas bagaimana agama berlaku sebagai sebuah sistem kebudayaan dan bukan sekedar sebuah ideologi hasil rekayasa sosial belaka.
Buku ini merupakan terjemahan dari buku yang berjudul In Centraal Borneo. Penerbitannya dalam bahasa Indonesia dimaksudkan untuk memperingati satu abad ekspedisi Nieuwenhuis yang pertama.
Esai-esai dalam buku ini membahas fenomena politik bukan sekedar praksis untuk merebut atau menghindari kekuasaan, melainkan juga sebagai simbol-simbol budaya.
Buku ini sarat dengan sejarah peperangan itu sendiri maupun kisah-kisah manusia yang terlibat di dalamnya.
Tulisan-tulisan dalam buku ini tidak membawa klaim ilmiah apa pun maka tidak ada catatan kaki dan daftar pustaka. Hampir semua masalah yang dibahas jelas cukup penting dan ada juga yang genting.
Salah satu tantangan utama bagi Indonesia baru yang demokratis adalah bagaimana memfasilitasi proses-proses yang berkaitan dengan perbedaan kultural dan poilitik identitas, seperti yang jelas terli…
Untuk melihat seberapa jauh universitas ini telah berhasil dalam mengemban dan mengembangkan pendidikan selama dua puluh lima tahun, lembaran-lembaran berikut ini akan menyajikan suatu gambaran umu…
De Oorlogsgravenstichting werd opgericht op 13 september 1946 door dr. Anton van Anrooy (1895-1946); zijn weduwe, Hermine Gerarda de Kempenaer (1903-1997) werd de eerste presidente van de stichting…
Kumpulan Pidato Presiden Sukarno dan keterangan-keterangan mengenai perdjuangan pembebasan Irian Barat dari 17 Agustus 1961 sampai 17 Agustus 1962.
Jika selama ini sistem kepartaian membatasi pembentukan partai politik baru da hanya mengakui tiga dan hanya tiga peserta pemilu, maka hari kita memulai era baru sistem kepartaian bebas, sesuai den…